Kemarin malam, ada teman MaNa yg baru aja putus sama cwe-nya… padahal MaNa baru aja mau ke dunia kapuk, terpaksa bangun karena dapat kabar ini..
pertama MaNa pikir buat apa sih nemenin orang yg lg putus cinta, mana itu cwo lagi… bukannya malah mengganggu? Tapi ternyata kata teman MaNa yang psikolog bilang, justru kalau cwo putus cinta lebih menderita dari cwe..
O [] O
huweeeeh?! ko gitu??
(dan berakhirlah dengan tanya jawab yang akhirnya MaNa ga tidur sampai sahur.. =w=)
katanya, ia pernah membaca di suatu majalah.. seorang kolumnis majalah men’s health menolak anggapan yang umum bahwa cwo lebih tegar daripada cwe dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan..
O [] O
*makin kaget*
alasannya apa??
1. Cwo Menyembunyikan Perasaannya. Ketika cwo diputuskan oleh pasangannya, biasanya kata2 favoritnya is “Biar saja, life still goes on.” Caranya? 26% cwo yang mengisi survei online Men’s Health memilih melakukannya dengan minum-minum bersama teman-temannya. 36% cwo akan menatap mantan pacarnya, tersenyum, dan mengucapkan terimakasih. Faktanya, kedua hal tersebut dilakukan cwo untuk menutup-nutupi perasaannya. Ini adalah reaksi yang alamiah karena gender cwo dikondisikan oleh masyarakat untuk tidak gampang menunjukkan perasaan, apalagi perasaan yang membuatnya terlihat lebih lemah. Namun hal ini juga berakibat sulitnya menghilangkan perasaan terluka, marah, atau sedih dari dirinya. Sebaliknya, cwe yang putus cinta biasanya langsung menangis (atau mengekspresikan emosinya) saat itu juga, dan cwe juga cenderung lebih to-the-point ketika mengakhiri hubungan cinta. Akhirnya mereka akan lebih cepat menghilangkan perasaan-perasaan negatif itu dibandingkan cwo.
2. Cwo Punya Lebih Sedikit Teman Curhat. Salah satu alasan mengapa cwe lebih cepat pulih dari penderitaan pasca putus cinta daripada cwo adalah karena cwe memiliki lebih banyak teman yang bisa diandalkan untuk bercerita. Penelitian menunjukkan bahwa cwo mengandalkan hubungan cinta untuk mendapatkan kedekatan emosional dan dukungan sosial, sementara cwe bisa mendapatkan hal yang sama dengan keluarga dan teman sesama wanita. Begitu cwe mengalami putus cinta, ia akan cerita ke siapa saja, kalau perlu kepada orang yang tidak dikenal yang duduk di sebelahnya di bis umum, agar perasaannya bisa lebih enak. Cwo, di sisi lain, cenderung lebih enggan membuka diri untuk soal ini. Mungkin baru beberapa bulan kemudian, ketika dalam keadaan setengah teler, baru ia berani bercerita kepada teman-teman cwonya mengenai betapa inginnya ia kembali lagi dengan si mantan.
3. Cwo Tidak Suka Memulai Dari Awal Lagi. Setelah putus cinta, pada awalnya cwo mungkin akan merasa semangat membayangkan wanita-wanita yang akan ia kencani di masa depan. Namun setelah kencan yang keempat, kesembilan, atau ketigabelas kalinya, barulah ia sadar kalau dibutuhkan usaha keras dan waktu yang panjang untuk sampai pada tingkat keintiman yang pernah ia alami bersama mantannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa cwe lebih mampu menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir karena sebelumnya mereka sudah memikirkan adanya kemungkinan itu, sementara cwo biasanya lebih tidak siap dengan putus cinta. Perasaan nyaman secara emosional membuat cwo merasa beruntung bisa memiliki seseorang seperti dia. Sayangnya, hal ini seringkali baru disadari ketika si dia sudah berubah status menjadi mantan pacar.
4. Gambaran Pacaran Cwo Yang (Terlalu) Ideal. Banyak kasus putus cinta merupakan reaksi sesaat atas apa yang dirasa sebagai kebosanan; bosan dengan aktivitas, pembicaraan, dan pertengkaran yang itu-itu saja. Kalau kembali melajang, cwo mungkin merasa ia akan menjalani hidup yang lebih menarik; tanpa komitmen, bebas pergi ke mana saja, dan bebas bergaul dengan wanita-wanita yang bisa dijadikan pacar baru. Barulah ketika benar-benar jomblo ia sadar bahwa hidupnya tidak menjadi seperti itu, bahkan sekarang waktunya tersita oleh pekerjaan. Ia pun kembali merindukan keintiman yang dia alami pada masa pacaran dulu. Penelitian menunjukkan bahwa cwe lebih tinggi skornya daripada cwo dalam hal keintiman sosial, seksual, dan intelektual. Dan biasanya cwe juga lebih cepat menyadari bahwa keintiman adalah dasar dari hubungan yang tahan lama, dan bukannya sekedar variasi aktivitas.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cwo lebih rentan mengalami stres, depresi, dan kecemasan ketika putus cinta dibandingkan dengan cwe.
O [] O
serius gitu??
yaah.. karena dikasih penjelasan yg krng lebih seperti itu, yowis… MaNa temenin lah… bareng anak2 lain..
the question is~
Apa kalian setuju dengan pernyataan ini?
-waitforyourcomment-
hoalah… jadi ini alesanya knpa ga tidur?
:Swt:
commentnya ttg post ini? Tiap orang beda2… Tapi emang c,, alesan yang di sbut post ini mang bner…
Kenapa? Pengalaman,,
setuju gan.. pengalaman seh.. sekali utk seumur hidup. semoga…
@ian: wohohoho.. baru kubalas skrg~
XD
@araragi: semoga ngga lg gan.. *tepok2*